Pivot Point Dalam Trading

Dalam pandangan kita, trading memang memiliki banyak aspek serta juga terus berkembang sejauh ini, dan juga memicu semua trader didunia guna terus mengasah dan juga mengembangkan system trading yang mereka jalani agar mampu benar-benar bisa memaksimalkan trik mereka dalam menghasilkan uang yakni bergelut dengan ulet di dunia trading.

Hinga saat ini pemakaian sistem dan juga metode saat menganalisa apalagi dalam menentukan entry point letak suatu level harga berkala di kondisi pasar serta kearah mana kemungkinan pergerakan-pergerakan atas mata uang dengan kondisi pasar memang juga mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu cara yang dilakukan beberapa trader dalam menentukan entry posisi yakni memakai Pivot Point.

Pivot point memang sebuah jalur dari analisa teknikal dan ini juga salah satu cara perhitungan guna menentukan area support bersama resistancenya. Pivot point memang tak masuk dalam indikator, tapi masih masuk dalam cabang analisa teknikal mengingat pivot dalam menjalankannya juga memakai acuan pergerakan yang masih berhubungan dengan perhitungan trader.

Dalam artiannya, pivot point artinya titik dan juga batas dimana sebuah pergerakan harga bakalan dalam kelangsungannya mengalami dimungkinkan berbalik arah. Di dunia forex, pivot point merupakan level yang mana sentimen pasar akan mengalami perubahan dari posisi ‘bullish’ (naik) ke ‘bearish’ (turun) dan juga sebaliknya.

Pivot point sifatnya sama dengan support atau resistance, dimana saat harga dalam posisi bergerak mendekati sebuah titik akan mendapat perlawanan serta dimungkinkan akan berbalik arah. Namun jika harga itu mampu menembus dan dalam posisi bergerak melewati titik tersebut, maka pergerakan akan sampai ke pivot point selanjutnya.

Dasar dari perhitungan Pivot memang diperoleh dari total harga high, low serta close dan kemudian hasilnya akan bagi 3.
Pivot = ( H + L + C ) : 3

Cara lainnya yang juga bisa dijalankan dalam menambahkan harga high, low, dan close di periode sebelumnya, juga bisa ditentukan dengan menambah open periode saat ini kemudian juga akan di bagi 4.
Pivot = ( O1 + H + L + C ) : 4

Cara berikutnya juga bisa dicari dengan menambahkan bobot terpenting, contohnya mengambil langkah menekankan harga saat penutupan pasar
Pivot = (H + L + C + ) : 4

Pemakaian pivot point memang biasanya juga dibarengi bersama pemakaian support dan resistance dan dijalankan berlapis sehingga dilakukan beberapa kali. Di dalam kita menentukan level support dan resistance juga bisa memakai banyak rumus semisal :

Resistance 1 : (2 x Pivot point) – L
Resistance 2 : Pivot point + (H – L)
Support 1 : (2 x Pivot point) – H
Support 2 : Pivot point – (H – L)

Cara Pemakaian pivot point yakni “Jika harga sudah mendekati support, ada kemungkinan harga juga akan berbalik lagi ke atas dan masuk ke signal buy tapi kuga tak menutup kemungkinan kalau trend turun sangat kuat, maka dalam posisi itu harga justru bakal akan mampu menembusnya sehingga trend turun juga akan semakin kuat, ini juga akan berjalan sebaliknya”

Kunci atas keakuratan pivot point memang ada di pengambilan ketepatan dari posisi High, Low dan Close, ini juga ada pengaruh dari history yang sedang terjadi. Namun saat ini para trader ada yang juga memodifikasi sehingga Pivot mereka tak mengacu ke H, L dan C di candle sebelumnya, yakni dengan jalan meringkasnya. Banyak trader kemudian memodifikasi rumus pivot mengacu ke style trading yang mereka pakai.

Mengingat para trader profesional memang memakai pivot point dalam mengidentifikasi posisi-posisi support dan resistance yang hanya mereka anggap penting saja. Jika dipikir secara sederhana, pivot point yang mengacu ke support dan resistance-nya biasanya hanya ada di wilayah yang arah pergerakan mata uang para trader bisa diyakini mengalami perubahan saja, jika tidak mereka tak akan melakukannya.

Pivot point sejauh ini memang bermanfaat ke semua trader harian mengingat merekalah yang paling sering memantau gerakan-gerakan kecil dalam pasar guna mengejar keuntungan. Dalam kondisi pasar yang sedang range-bound, pivot point dipakai untuk memperkirakan sejauhmana gerakan mata uang apa naik dan apa sedang turun. Dan dalam pasar yang sedang di trending, pivot point dipakai untuk memperkirakan posisi dimana harga berkemungkinan akan lepas (breakout).

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *