Penggunaan Time Frame dalam Forex

Pada saat pertama kali Anda memulai untuk melakukan trading, maka Anda akan diminta untuk mendownload sebuah software MT4 yang berguna sebagai sarana untuk melakukan trading dimana broker tempat Anda melakukan registrasi. Setelah selesai mengunduh software tersebut, akan tampilan begitu banyak media dari menu yang telah disediakan. Salah satu dari menu tersebut adalah time frame atau kerangka waktu.

Time frame adalah suatu istilah yang kerap muncul dalam dunia trading valuta asing online. Banyak pula para trader yang telah mengerti apa kegunaan dari time frame tersebut. Istilah ini merujuk pada petunjuk waktu yang berguna untuk melihat harga dari dekat atau dari jauh. Oleh sebab itu, time frame sangat fleksibel dan dapat Anda gunakan dalam analisa chart atau sistem trading lainnya.

Time frame sendiri bisa menjadi pilihan bagi seorang trader untuk merasa nyaman ketika melakukan aktifitas tradingnya sehari-hari. Penggunaan time frame dalam trading forex juga sangat relatif karena bergantung pada metode dan strategi trader masing-masing.

Jika Anda menggunakan strategi forex scalping yang berarti Anda seorang scalper, biasanya akan menggunakan time frame 1 menit dan 5 menit. Karena sudah kebiasaan menggunakan time frame seperti itu, pastinya akan merasa aneh saat mencoba trading seperti swing trader yang terbiasa memakai time frame 4 jam atau daily. Namun yang perlu diingat bahwa tidak peduli Anda menggunakan time frame trading apapun, yang paling penting ialah hasil akhirnya untuk memperoleh profit yang konsisten dalam periode tertentu.

Pengertian Time Frame Dalam Forex

Time frame merupakan satuan waktu yang digunakan untuk melihat Grafik pergerakan harga yang terjadi hingga terbentuknya Grafik baru. Time frame yang terdapat dalam MetaTrader4 adalah M1 atau 1 menit, M5 atau 5 menit, M30 atau 30 menit, H1 atau 1 jam, H4 atau 4 jam, D1 atau 1 hari, W1 atau 1 minggu, dan terakhir MN atau 1 bulan. Satuan waktu inilah yang nantinya menunjukkan lamanya waktu diperlukan untuk membentuk suatu bar chart, satu line chart, atau satu candlestick chart, tergantung dari jenis chart yang Anda gunakan.

Dari penjelasan satuan waktu di atas, para trader pemula tidak mengalami kesulitan atau kebingungan dalam menentukan time frame yang mereka butuhkan. Jika ditanya mengenai apa time frame terbaik? Sudah pasti jawabannya kembali pada karakter trader dalam menentukan trading tersebut sebab banyak para trader yang keliru dalam mengambil time frame untuk chart. Para trader yang tidak bisa menyesuaikan time frame maka akan mengalami frustasi dan kerugian demi kerugian dalam aktifitas tradingnya sehari-hari.

Penggunaan Time Frame

Penggunaan time frame rendah seperti M1 atau M5 tidak memungkinkan para trader mendapatkan profit yang besar. Hal ini dikarenakan pergerakan harga yang terjadi masih belum kuat. Umumnya, sebuah koreksi harga dari trend pergerakan harga yang terjadi pada time frame yang lebih besar tersebut nantinya akan dilanjutkan trendnya.

Dari sanalah, para trader, khususnya scalper, hanya menentukan target profit sebesar 5 hingga 10 pips saja, dengan begitu stop loss yang digunakan pun juga rendah sebab disesuaikan dengan profit yang ditentukan. Meskipun kemungkinan stop loss tersentuh, namun level stop loss tersebut tetap berada pada kisaran harga rata-rata yang terjadi pada time frame yang lebih besar pula.

Sebaliknya, penggunaan time frame yang besar seperti D1 dan W1 memungkinkan para trader untuk memasang target profit yang besar pula. Hal ini dikarenakan trend pergerakan harga yang terjadi pada time frame lebih terarah dan kuat. Maka dari itu, para trader mampu menentukan target profit yang besar pula hingga 100 pips bahkan lebih. Namun perlu diingat bahwa kesempatan mendapatkan profit yang besar, pastinya stop loss yang digunakan pun besar sehingga tak dipungkiri bahwa modalnya pun besar pula.

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil time frame, maka pergerakan harga profit yang dihasilkan untuk tiap satu grafik akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin besar time frame, maka pergerakan harga profit yang dihasilkan untuk tiap satu grafik pun akan semakin besar. Oleh sebab itu, dapat dikatakan jika time frame memiliki pengaruh terhadap penentuan target dan stop loss.

Memilih Time Frame Forex Terbaik

Dalam hal ini, memilih time frame terbaik yang cocok untuk para trader sangat bergantung dari karakter dan sistem trading masing-masing yang digunakan. Sistem trading tertentu dapat lebih cocok digunakan dalam time frame yang besar, sedangkan yang lainnya dalam time frame kecil. Kemudian, tipe trader itu sendiri akan menentukan time frame apa yang akan digunakan.

Berikut ini tipe trader forex sehingga Anda dapat memilih yang mana kira-kira paling cocok Anda gunakan:

1. Trader tipe scalper

Jenis trader ini biasa membuka atau menutup transaksi dalam waktu yang singkat, bahkan dalam hitungan detik saja. Target profit dari trader scalper umumnya kecil dengan jumlah pipsnya. Karena itulah, mereka sering menggunakan time frame 1 menit hingga 30 menit saka.

2. Trader Tipe Harian

Tipe ini sering disebut dengan day trader. Biasanya mereka menggunakan time frame dari 5 menit hingga 1 jam. Setelah membuka beberapa posisi trading tertentu, para trader berusaha untuk menutup semua posisinya di hari yang sama pula. Trader yang menggunakan time frame harian ini memang menarik dan banyak memberikan sinyal trading.

3. Trader Tipe Swinger

Tipe trader satu ini umumnya membuka dan menutup transaksi dalam waktu yang relatif lama atau long term. Swinger dapat membuka dan menahan transaksi hingga beberapa hari, minggu, bahkan bulanan. Time frame yang dipergunakan oleh trader adalah time frame 4 jam atau Weekly dan Monthy.

Kesimpulan

Jika Anda adalah seorang trader pemula, tentunya Anda bisa membaca dengan cermat mengenai situasi time frame di atas, bahwa memang setiap orang memiliki tipe dan sistem trading yang berbeda-beda pula. Terdapat sebagian trader profesional sudah merasa nyaman untuk melakukan trading dengan menggunakan time frame H1 atau 1 jam karena kerangka waktunya yang cukup panjang sehingga mereka bisa mengamati pergerakan valas dengan jangka waktu sampai 2 minggu.

Tetapi ada pula, trader yang merasa bahwa time frame H1 terlalu lama sehingga membuatnya stres atau frustasi, sebab harus menunggu 1 jam untuk bisa melihat setiap perubahan pasar. Jika Anda termasuk orang bertipe ini, mungkin Anda dapat memakai time frame yang lebih singkat, contohnya 15 menit. Dengan kerangka waktu yang singkat, Anda jadi dapat mengamati pergerakan harga valas dalam jangka waktu beberapa hari saja.

Dengan demikan, tidak ada time frame yang terbaik sebab para trader memiliki karakter dan gaya bertrading masing-masing. Dari sebuah pengalaman saat Anda bertrading, tentunya suatu saat Anda akan menemukan sebuah Time Frame yang bisa membuat Anda merasa nyaman dan yang terbaik bagi diri sendiri.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *