Mengenal Indikator Divergence Stochastic

Sudah tidak asing lagi untuk para trader professional dengan penggunaan indikator yang satu ini. Ya, salah satu yang menjadi indikator terfavorit bertrading sebab dalam indikator divergence stochastic tertanan beberapa cara penggunaan yang sangat mudah, tidak ribet, serta bisa digunakan dalam pendeteksian dini titik jenuh market. Nah, untuk itu sekarang mari kita tambahkan sebuah filter dengan pemanfaatan divergence sebagai salah satu alat yang membantu bertrading dari stochastic indikator satu ini.

Lalu apa keunggulannya? Lebih jauh lagi, dibanding menggunakan stochastic bawaan metatreder indikator ini lebih bagus. Kenapa begitu? Sebab bisa mengenali apakah trend kuat masih akan tetap bisa bertahan, atau justru trend sudah jenuh dan akan kembali dengan adanya pembalikan. Kesemua teknik strategi dari stochastic bisa kita terapkan dalam divergence ini.

Untuktime frame yang kamiu coba gunakan adalah di TF 30, bisa juga bila ada yang ingin mencoba dengan time frame lainnya. Akan tetapi untuk uji coba akan cenderung lebih dititikberatkan pada time frame 30, sebab hal ini akan lebih bagus dalam pendeteksian adanya perubahan pergerakan harga didalam pasar. Sedangkan untuk pair sendiri indikator ini tidak membutuhkan pair/pasangan harga khusus, bisa kita andalkan dalam semua pair dan juga mampu mendeteksi kesalahan signal atau sinyal palsu.

Mengenal Karakter Indikator Divergence Stochastic
Indikator divergence Stochastic tergolong indikator leading, karena sifatnya yang mendahuli pergerakan pasar dan bisa mendeteksi apakan pergerakan harga masing akan tetap berlanjut atau selesai, mengalami pembalikan (reversal). Indikator ini berbentuk oscillator makanya bisa memudahkan para trader dalam mengetahui area jenuh atau area trend yang kuat yang sedang berlaku saat ini.

(Lihat gambar diatas) Ciri khas adalah memiliki warna yang cukup banyak, dengan beberapa area divergence yang begitu terlihat jelas, tidak heran bila menjadikan indikator ini pilihan para trader secara umum. Bila Adna mengetahui adanya terlihat garis yang disematkan akan memperlihatkan warna hijau muda, itu menandakan trend tetap kuat untuk pergerakan bullish. Apabila garis dengan warna coklat maka ada kemungkinan besar adanya posisi untuk bearish.

Sebagai rekomendasinya, anda disarankan untuk membagi 3 sistem, sebab bila dilihat dari sifat indikator ini bisa menajdi 2 fokus yang sengat berbeda. Focus yang pertama adalah menjadi pro sideway atau konsolidasi, dan yang bisa menjadi pro trend. Disaat terjadinya sideway maka Anda bsia menggunkan area jenuh dengan ditandai over pada indikator tersebut.

Akan tetapi, bila terjadinya trend maka Adna bsia menggunakan divergence yang telah terlihat (contoh lihat gambar diatas) dengan adanya garis hijau ataupun coklat. Biasanya seperti banyak trader ketahui trend akan membentuk bullish atau bearish, nah bila terlihat bullish maka focus Anda adalah pada kemunculan garis hijau, sedang bila telah terlihat bearish maka focus Anda pada kemunculan garis coklat, cukup simpelkan? Namun ingat, pengamatan dengan jeli dibutuhkan disini, terlebih lagi Anda juga bisa memadukan dengan analisa fundamental agar keputusan dalam mengambil eksekusi lebih bulat/yakin.

KESIMPULAN
Indikator Divergence Stichastic ini adalah alat bantu dalam mendeteksi sinyal atau titik jenuh trend, dilain pihak juga sebagai area filter bila terjadinya kelanjutan sebuah trend, indikator divergence stochastic ini mampu mengenali fake signal yang kebanyakan telah memicu dan membuat trader bingung. Dengan mengandalkan indikator ini, tentunya akan menjadi senjata utama dalam mengatasi kebingungan serta dalam mengumpulkan pundi-pundi profit yang menanti Anda, selamat mencoba dan salam profit.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *