Memahami Teknik Chariot dalam Forex

Diantara banyak sekali strategi forex saat ini, indikator yang paling sering digunakan adalah Moving Average. Alasannya karena penerapannya sangat mudah, tersedia disemua software trading didunia, mudah diterapkan dan akurasinya yang lumayan. Pada indikator tersebut, para trader sering menggunakan teknik Chariot sebagai salah satu strategi trading yang paling bisa diandalkan.

Dalam pengaturan strategi forex menggunakan teknik Chariot ini sangat direkomendasikan menggunakan time frame mingguan atau W1. Meskipun dapat juga dipakai pada time frame Daily atau lebih rendah, namun apabila digunakan pada time frame yang terlalu rendah, contohnya pada hitungan menit, maka akurasinya merosot sampai banyaknya noise atau pergerakan harga yang tidak signifikan.

Pengertian Teknik Chariot dalam Forex

Teknik Chariot dikembangkan untuk memudahkan trading Forex dalam pertumbuhan bertahap. Strategi trading ini sangat sederhana, tapi sangat efisien saat kita membicarakan pergerakan harga sideways dalam arah pasar yang kuat. Strategi ini didasarkan pada rata-rata pergerakan 40 hari. Teknik ini harus digunakan seperti grafik mingguan, seperti pada harian atau intraday.

Pasangan valuta asing apapun atau rentang waktu kapanpun yang meliputi mulai dari satu jam hingga dengan satu minggu, akan cocok dengan strategi ini. Strategi tersebut semakin sesuai apabila digunakan dengan rentang waktu yang lebih panjang. (Baca juga: Perbedaan SMA dan EMA)

Prinsip Kerja Teknik Chariot dalam Forex

Situasi teknik chariot tersebut terjadi ketika harga bergerak naik secara perlahan yang kerap berlangsung di dalam proses trading forex. Walaupun hal ini juga sering terjadi pada saat harga mempunyai pergerakan besar ke arah yang berlawanan. Strategi tersebut dirancang untuk dipakai dalam kondisi swing atau pada saat pasar jatuh dan bangkit. Walaupun strategi trading itu terlihat sangat sederhana, tetapi hal ini dirasa sangat efektif kalau harga bergerak menyamping atau saat pasar dengan trend yang bergerak secara umum ke atas dan ke bawah.

Aturan perdagangan utama:

· Bila harganya di atas rata-rata bergerak, Anda harus membuka order buy yang panjang.
· Posisi pendek tidak akan digunakan.
· Anda seharusnya tidak membuka pesanan baru saat harga memiliki dinamika datar dan berfluktuasi di sekitar moving average.

Jika Anda sudah mengerti bagaimana aturan awal dalam teknik Chariot, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:
· Pada candle pertama yang seluruhnya berada di atas rata-rata medium dan yang akan menutup di atas kisaran harga
· Masukkan panjang pada candle pertama yang setidaknya 80% berada di atas rata-rata bergerak.
· Buka posisi long pada pelarian bagian atas candle yang memiliki semua fitur ini. Ini akan menjadi pintu masuk candle.

Anda dapat mengatur Take Profit sesuai keinginan Anda dengan cara menggunakan perintah trading-stop atau dengan menempatkannya di area off-losses serta akan menutup posisi sebagian, dengan pergerakan harga. Selain itu, Anda bisa mengatur Take Profit dengan ekstensi Fibonacci. Selain itu, jangan lewatkan hal berikut ini:
· Pastikan harga akan kembali atau bahkan di bawah rata-rata bergerak.
· Sebelum candle pertama masuk, harga berfluktuasi di bawah rata-rata bergerak.
· Kesempatan pertama masuk pasar adalah saat harga melewati rata-rata medium.
· Bagian bawah candle yang mendahului candle masuk berada di bawah rata-rata bergerak, namun 80% kisaran harga berada di atas rata-rata bergerak.
· Candle yang mendahului candle masuk terakhir dipecah dengan rata-rata bergerak setengahnya dan akan menutup sepertiga bagian atas dari kisaran harga.
· Rata-rata pergerakan 40 hari juga bisa digunakan sebagai level support.

Penggunaan Teknik Chariot dalam Forex

Para trader yang ingin menggunakan teknik chariot sangat disarankan pada grafik mingguan, tetapi bisa juga digunakan pada grafik harga harian dan intraday. Aturan tradingnya pun sangat sederhana, seperti yang sudah dijelaskan di sebelumnya, apabila harga berada di atas Moving Average, sebaiknya Anda membuka posisi long (beli). Untuk khusus masalah ini, tidak ada posisi short yang terbuka.

Apabila harga bergerak dalam kondisi flat dan jangkauannya dekat dengan Moving Average, maka tidak direkomendasikan untuk membuka posisi-posisi baru.

Di dalam sebuah situasi tersebut, di mana di dalam grafik, batang lilin (candle) yang pertama melampaui moving average, sehingga penutupannya terjadi di bagian atas kisaran harga, maka Anda sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut:

Buka sebuah posisi pada batang lilin pertama, setidaknya pada saat harga berada lebih dari 80% dari panjang batang lilin di moving average, Kalau harga ditutup pada sepertiga bagian atas dari kisaran harga
Buka sebuah posisi long pada saat harga menembus bagian atas batang lilin tersebut, yang tepat dengan karakter ini. Batang lilin ini dianggap sebagai batang lilin masuk.

Sedangkan keseimbangan harga akan berada di atas dan bawah Moving Average, sehingga kesempatan untuk memasuki pasar tersedia setelah harga keluar dari moving average. Jika batang lilin sebelum dari batang lilin masuk terletak di Moving Average dan penutupan terjadi di setengah bagian atas dari kisaran harga, maka ini adalah signal bahwa Anda siap untuk membuka posisi long, namun Anda sebaiknya baru memasuki pasar saat harga menembus bagian atas batang lilin ini.

Stop Loss yang paling tepat bakal ditempatkan pada tingkatan bawah sebuah batang lilin sebelum batang lilin masuk. Take Profit tidak perlu ditempatkan sebagaimana juga penggunaan Trailing Stop. Semakin besar skala waktunya, maka semakin besar pula nilai dari sebuah trading. Pilihan yang serupa adalah menutup sebagian posisi, dengan patokan pengembangan dan tingkatan Fibonacci, yang diletakkan didekatnya.

Sebelum membuka posisi, perlu kiranya untuk trader menganalisa jadwal harga dan memastikan adanya suatu pembalikan harga di dalam SMA (40). Yang terbaik adalah bagaimana kalau lebar ayunan (amplitudo) pembalikan tersebut terjadi secara maksimal, karena ini merupakan tanda baru terjadinya sebuah konsolidasi. Carilah sebuah kecenderungan yang tidak terlalu kuat, tidak lebih besar dari 45 derajat.

Di dalam kondisi sebuah kecenderungan yang lebih besar, sudut kemiringan harga akan serupa dengan pergerakan SMA (40). Ketika harga bergerak menjauh dari gambaran ini, lebih baik Anda tidak membuka posisi apapun. Inti dari strategi ini adalah untuk mengikuti sebuah tren tepat saat tren tersebut dimulai. Untuk menghindari sebuah penundaan, Anda dapat menggunakan oskilator ADX sebagai tambahan.

Kesimpulan

Setiap trader pasti memilih strategi yang paling cocok untuk dirinya. Tetapi perlu diingat, dalam situasi apapun, Anda sebaiknya mencoba semua strategi yang populer dan umum, karena Anda sendirilah yang akan menemukan strategi yang cocok untuk mengantarkan diri Anda untuk mendapatkan profit yang tetap.

Ada banyak pendapat yang berbeda mengenai teknik chariot ini. Apabila diasumsikan bahwa Anda tidak menggunakan indikator teknikal lain, maka Anda bisa buka posisi BUY maupun SELL setelah ada satu candle full yang lepas dari garis Moving Average, baik ke atas (untuk buka posisi Buy) maupun ke bawah (untuk buka posisi Sell).

Tetapi, direkomendasikan agar melengkapi Moving Average dalam strategi forex ini dengan indikator Average Directional Index (ADX). Dengan bantuan ADX, trader akan bisa menentukan kapan trend sedang kuat (momen buka posisi terbaik) dan kapan trend melemah (saat posisi profit sebaiknya ditutup) secara lebih handal.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *