Kenali Management Resiko dalam Trading Forex

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang pengaturan resiko sehingga Anda dapat kenali management resiko dalam trading forex lebih dalam lagi. Terlebih lagi, pengaturan resiko ialah bagian terpenting dalam trading forex ataupun trading lainnya yang sama-sama bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Namun, untuk bisa mendapat keuntungan, pastinya Anda harus memperhatikan kerugian potensial yang akan terjadi. Ironisnya, hal tersebut kurang diperhitungkan oleh trader.

Untuk menjadi seorang trader yang baik, Anda perlu mengetahui apa saja resiko trading forex, bukan hanya berfokus pada metode trading yang tepat guna memperoleh pip dan tak memedulikan ukuran lot yang digunakan. Cara trading seperti ini memang tak sepenuhnya salah karena tidak adanya aturan khusus dari broker sebagai penuntun cara trading yang benar, tetapi cara ini hampir sama dengan cara penjudi atau gambler.

Apabila Anda trading tanpa mengandalkan strategi money management, artinya Anda sudah berjudi. Anda pastinya tidak melihat atau merencanakan keuntungan yang akan diperoleh dalam waktu yang lama dan hanya fokus pada profit atau posisi yang Anda pasang saat itu.

Beda lagi jika Anda mengetahui bagaimana mengatur kerugian, Anda akan memiliki kesempatan untuk menjadi trader forex yang profitable. Anda pun dapat mempertimbangkan setiap faktor sekecil apapun yang berhubungan dengan trading.

Berikut ini beberapa faktor management resiko yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan trading:

Kapital

Pasti Anda membutuhkan modal atau kapital untuk mendapatkan keuntungan. Semua orang tentu tahu mengenai hal ini, namun berapa banyak modal yang diperlukan untuk memulai trading forex? Jawabannya sangat tergantung pada bagaimana cara pendekatan Anda pada bisnis mata uang asing ini.

Pertama, sejauh mana tingkat pengetahuan Anda mengenai pasar forex. Pengetahuan akan pergerakan pasar bukan hanya berfokus pada analisa fundamental, namun juga analisa teknikal dan sentimen pasar. Semakin banyak yang Anda tahu, pastinya juga Anda semakin merasa percaya diri untuk memulai deposit dengan dana yang lebih besar.

Yang kedua, broker forex pilihan Anda. berapa kira-kira jumlah minimum deposit yang sudah ditawarkan. Anda dapat memilih broker yang teregulasi dengan benar, baik, dan tidak scam, serta disertai minimum deposit yang fleksibel. Selain itu, anda perlu mempertimbangkan pilihan ukuran lot yang sudah disediakan karena ukuran itu akan mempengaruhi dalam penentuan resiko setiap trade yang akan lakukan.

Drawdown dan Maximum Drawdown

Setelah membaca segelintir informasi mengenai penggunaan money management untuk menghasilkan profit dalam jangka panjang. Setelah itu, jika Anda ingin mengetahui efektifitas money management yang digunakan, Anda perlu tahu tentang persentasi drawdown account trading. Contohnya balance account pada saat $ 100 ribu, tapi Anda trading tanpa menggunakan money management sehingga setelah waktu kemudian, Anda mengalami kerugian hingga $ 50 ribu.

Lantas berapa besar persentasi penyusutan account trading Anda? jawabannya tentu saja 50%. Ilustrasi ini disebut dengan drawdown. Secara harfiah, drawdown merupakan penyusutan balance dalam account setelah sederetan trade yang Anda lakukan. Apabila Anda ingin mengetahui drawdown acoount dalam suatu periode waktu tertentu, maka persentasi kerugian maksimum ialah drawdown maksimum.

Drawdown merupakan bagian dari trading. Kunci supaya hasil trading profitable yaitu mempunyai rencana trading yang sudah teruji, dan bagian dari rencana trading yang paling terpenting adalah management resiko yang memungkinkan Anda untuk bertahan dari rentetan kerugian yang dapat terjadi.

Losing Streak atau Rentetan Kerugian

Dalam dunia forex, biasanya digunakan sistem trading andalan yang menjadi kombinasi dari metode dan strategi yang sudah di uji. Sebuah sistem trading dengan persentase profit 70% memang sangat bagus, yang berarti setiap 100 kali trade akan menghasilkan profit 70 kali dan loss sebanya 30 kali. Namun apa cara ini berarti rata-rata akan menghasilkan profit 7 kali profit dalam 10 kali trade? Jawabannya belum tentu.

Bagaimana Anda tahu dalam 70 trade yang profitable diantara 100 trade yang telah dilakukan? Bisa saja, Anda mengalami kerugian sebanyak 30 kali terus-menerus terlebih dulu sebelum akhirnya menghasilkan profit sebanyak 70 kali trade. Namun, apa Anda masih dapat bertahan setelah mengalami losing streak atau rentetan kerugian sebanyak 30 kali berturut-turut? Pasti tidak kan. Hal inilah yang membuat money management sangat diperlukan dalam trading forex.

Tidak peduli secanggih dan sebagus apapun sistem trading yang Anda gunakan, suatu saat Anda pasti akan mengalami losing streak tersebut. Bahkan trader pro yang berpedoman trading for living tidak jarang mengalaminya karena pada akhirnya, mereka tetap meraih profit. Trader veteran ini selalu mengandalkan money management karena tahu mereka tidak akan terus mendapat profit di setiap trade. Maka dari itu, mereka selalu mengambil resiko sekecil apapun sampai bisa bertahan selama mengalami rentetan kerugian.

Pengaturan Risk/Reward Ratio

Cara lainnya yang dapat meningkatkan ketahanan akun forex Anda ialah dengan memperbesar profitabilitas atau profit yang akan Anda raih pada setiap trade. Kemungkinan profit atau level reward harus lebih besar dari resiko yang sudah Anda tetapkan. Karenanya, hanya dengan cara inilah yang bisa membuat Anda bertahan, atau bahkan menghasilkan profit yang lumayan dalam waktu lama.

Sebagai contoh, Anda mengambil 10 trades dan pada akhirnya loss sebanyak $ 5.000 dan profit sebanyak $ 15.000. Setap trade terdapat selingan loss sebesar$1.000 dan profit $3.000 sehingga bisa ditarik kesimpulan jika pengaturan risk/reward ratio 1:#, walaupun Anda hanya profit 50% dari seluruh trade yang Anda lakukan. Namun jika dihitung secara keseluruhan, Anda tetap mendapatkan $10.000. Dengan pengaturan risk/reward ratio yang lebih besar dari angka 1:1, Anda masih memiliki kesempatan untuk dapat bertahan saat mengalami rentetan kerugian.

Namun, jika kebetulan Anda seorang scalper, Anda harus memperhitungkan besarnya spread yang diberikan oleh broker, sebab pengaturan risk/reward ratio dengan pip yang kecil akan begitu sensitif pada besarnya spread. Contohnya, Anda trading di EUR/USD dan menempatkan resiko 3 pip dan take profit 9 pip (risk/reward ratio 1:3) dengan spread 2 pip, maka hasil take profit yang sebenarnya Anda inginkan sesuai analisa ialah 11 pop atau risk/reward ratio 1.4. Dalam prakteknya langsung, tidak ada ketentuan khusus untuk menentukan besarnya risk/reward ratio karena tergantung pada time frame trading kondisi pergerakan saat itu.

Kesimpulan

Setelah membaca isi artikel di atas, maka bisa disimpulkan bahwa management resiko dalam trading forex sangat diperlukan, apalagi untuk menghindari hancurnya akun akibat rentetan kerugian yang mungkin terjadi. Bahkan para trader yang sudah berpengalaman pun merekomendasikan supaya resiko per trade tidak lebih dari 3% saja dari balance akun yang sekarang.

Lalu, semakin kecil persentasi resiko Anda, maka semakin itu pula Anda bertahan pada maximum drawdown yang mungkin terjadi. Setelah itu, semakin besar persentasi kerugian Anda, maka semakin besar pula persentasi profit yang Anda perlukan untuk kembali ke kondisi breakeven. Terakhir, usahakan untuk menentukan risk/reward ratio lebih besar dari 1:1 untuk meraih probabilitas profit yang besar.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *