Hukum Forex dalam Islam

Adanya penjualan mata uang asing merupakan salah satu bentuk dari kemajuan dunia dan negara. Di suatu negara, nilai mata uang akan mempunyai nilai yang berbeda dengan negara lainnya sebab berbagai faktor dan kondisi yang menyertai negara tersebut. Hal ini berpengaruh pada keseimbangan dan pengaturan yang adil apabila terjadi transaksi antar negara. Karena itulah, saat ini muncul trading untuk proses penyetaraan mata uang. Trading diartikan sebagai jual beli mata uang atau lebih dikenal sebagai trading forex.

Dalam buku yang berjudul Masail Fiqhiyah: Kapita Selecta Hukum Islam karya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi mengatakan bahwa forex atau perdagangan valas diperbolehkan dalam hukum Islam. Perdagangan valas sendiri muncul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan atau komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan ekspor-impor ini pasti memerlukan alat bayar yakni uang dan juga setiap negara memiliki masing-masing ketentuan sendiri sehingga timbul perbandingan nilai mata uang antar negara.

Perbandingan nilai mata uang dari seluruh dunia akan terkumpul dalam suatu pasar atau bursa yang bersifat internasional dan terikat dalam sebuah kesepakatan bersama untuk saling menguntungkan. Jika di forex, bursa tersebut dinamakan broker. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya tersebut akan berubah atau berfluktuasi setiap saat sesuai permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan atau penawaran inilah yang dikatakan transaksi mata uang secara nyata atau bisa dibilang transaksi jual beli.

Hukum Islam dalam Trading Forex

Menurut Ibnu Mundhir yang berpanutan dalam HR. Muslim berbunyi, “”Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, barli dengan barli, sya’ir dengan sya’ir(jenis gandum), kurma dengan kurma dan garam dengan garam dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan(yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, jual lah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” mengatakan bahwa bisnis online trading forex sama saja dengan pertukaran emas dalam Sharf yang kebenarannya telah disepakati oleh para ulama.

Dengan begitu bisa disimpulkan jika emas atau perak sebagai mata uang sangat dilarang ditukarkan dengan sejenisnya, contoh rupiah dengan rupiah ataupun dollar dengan dollar, kecuali nilainya setara. Apabila hal ini tetap dilakukan maka dikhawatirkan timbul potensi ‘riba fadhl’ yang mana dilarang dalam hadits di atas. (Baca juga: 5 Keuntungan Bisnis Forex)

Tetapi saat jenisnya berbeda, misal rupiah ditukarkan dengan dollar atau sebaliknya, maka itu bisa dilakukan sesuai dengan harga pasar atau market place yang berlaku dan harus secara langsung berdasarkan kelaziman pasar. Masalah kontan, tunai, atau secara langsung dikemukakan oleh Ibnu Qudamah dalam Kitab Al-Mughi, yang berkata semua itu didasarkan pada kelaziman pasar yang berlaku, terutama saat penyelesainnya harus melewati beberapa jam karena mesti melewati proses transaksi.

Hukum Halal-Haram Forex Menurut Islam

Menurut perspektif Islam dalam menentukan masalah hukum halal dan haram sangatlah luas. Bukan hanya dalam dunia trading, akan tetapi dalam hal apapun mesti sangat jelas perkaranya. Sebenarnya perihal halal akan menjadi haram jika dilakukan dengan cara tidak benar atau tidak sesuai dengan syariat islam.

Memang berdagang itu diperbolehkan dalam Islam, namun lain halnya bila berdagang minuman keras, maka haram hukumnya. Inilah yang disebut dengan perspektif sehingga tergantung dari sudut mana Anda memandang halal dan haramnya. Berikut ini yaitu sumber yang bisa digunakan sebagai acuan dalam polemik forex yang sedang ramai diperbincangkan:

“Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan.”
(Hadist Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)

Menurut hadist tersebut, dalam aturan jual beli maka penjual harus memberitahukan dan menerangkan kepada para pembelinya secara rinci dan jelas bagaimana keadaan barang yang dijual, sehingga penjual harus menjelaskan ciri dan sifat-sifatnya. Begitu pula dengan forex, produk yang diperjualbelikan pun sangat jelas, baik dari nilai dan sifatnya agar setiap kali trader melakukan transaksi, forex harus mengetahui kesepakatan kedua belah pihak.

Forex merupakan jenis bisnis online yang murni jual beli dan tidak termasuk riba. Dalam forex, para trader memperdagangkan mata uang yang sangat berbeda sekali jika Anda meminjamkan uang kepada seseorang dengan mengharapkan kembalian lebih. Maka dari itu, forex menjadi perdagangan memang diperbolehkan.

Fatwa MUI tentang Hukum Trading Forex

Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang berlaku sebagai panutan dalam mengambil sebuah keputusan berdasarkan syariat Islam, juga telah mengeluarkan fatwa tentang halal dan haram nya mengenai trading Forex.

MUI menyebutkan bahwa trading forex dengan transaksi SPOT memang diperbolehkan. Namun, ada pula jenis transaksi yang tidak diperbolehkan yakni transaksi swap, option, dan forward. Forex di samakan dengan transaksi Spot yang dikategorikan halal karena penyelesaian transaksinya diselesaikan pada saat itu juga, penyelesaian paling lambat adalah 2 hari.

Dibawah ini adalah jenis-jenis perdagangan valas:

1. Transaksi SPOT

Transaksi ini merupakan transaksi jual beli Valas yang penyerahannya dilakukan pada saat itu juga atau penyelesaiannya paling lambat dalam 2 hari. Hukum Islam-nya adalah boleh sebab di anggap tunai. Sementara itu, waktu 2 hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tak dapat dihindari karena transaksi internasional.

2. Transaksi SWAP

Transaksi ini merupakan suatu kontrak jual beli valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya adalah haram, sebab harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut mungkin belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

3. Transaksi FORWARD

Transaksi ini merupakan transaksi jual beli Valas yang ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan pada saat akan datang. Tempo waktunya nya antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, sebab mengandung unsur spekulasi.

4. Transaksi OPTION

Transaksi ini merupakan jenis kontrak yang berguna untuk memperoleh hak beli dan hak jual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valas pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukum ini ialah haram sebab mengandung unsur spekulasi.

Dilihat dari penjelasan di atas, kita bisa tarik garis besarnya bahwa transaksi forex boleh dilakukan asalkan dengan menggunakan transaksi berjenis spot.

Kesimpulan

Kesimpulan hukum Islam dalam forex bisa Anda tafsirkan sendiri, namun yang jelas sekarang Anda sudah mengetahui bahwa ada hukum Islam yang mengatur tentang bertrading forex ini. Terlebih lagi, hukum trading ini telah diperkuat dengan keluarnya fatwa MUI mengenai trading forex.

Dalam aktifitas apapun telah diatur hukumnya, apakah dilarang atau diperbolehkan sesuai dengan hukum agama masing-masing. Untuk masalah Forex apakah halal atau haram itu semua tergantung dari bagaimana dan cara tipe transaksi yang dilakukan. Semoga pembahasan ini bisa memberikan Anda gambaran jelas mengenai apakah Forex itu halal atau haram dalam hukum Islam, sehingga Anda bisa menarik kesimpulan sendiri.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *