Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Setelah Anda mengetahui apa itu pengertian Moving Average secara lengkap di artikel sebelumnya, maka kali ini kami akan memberitahukan mengenai cara menggunakan indikator Moving Average tersebut. Secara singkatnya, Moving Average ialah pergerakan rata-rata dari suatu aset dalam periode waktu tertentu.

Moving Average (MA) sendiri menjadi salah satu indikator forex yang bisa dikatakan paling populer dikalangan para trader pemula maupun profesional untuk menganalisa teknikal. Indikator ini bisa dikatakan sangat powerfull yang mana fungsinya untuk menghitung dan menampilkan harga rata-rata dari satu mata uang di periode tertentu.

Pada dasarnya indikator MA dibagi menjadi tiga macam yaitu Simpel, Exponential dan Weighted Moving Average. Anda juga sudah mengetahui tentang perbedaan indikator Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA) yang sudah kami jelaskan pada artikel sebelumnya.

Kegunaan Moving Average

Indikator Moving Average atau MA ini sering disebut dengan indikator sederhana namun multi fungsi. MA tersedia di semua trading platform, bahkan sudah menjadi indikator default yang tersemat di chart. Tidak heran juga indikator MA yang biasanya pertama kali dikenal oleh trader pemula. Berikut ini beberapa kegunaan Moving Average yang bisa Anda ketahui:

1. Sebagai Pendeteksi Trend

Kegunaan indikator Moving Average sebagai pendeteksi trend memang sudah tak dapat dipungkiri lagi. Sebagai indikator yang mampu ‘menghaluskan’ pergerakan chart dengan melihat kecenderungan arah pasar, otomatis trader dapat mendeteksi arah trend. Mereka tinggal melihat saja, jika MA cenderung naik, berarti trend sedang cenderung naik pula. Sebaliknya, apabila MA turun, berarti trend cenderung turun.

Dengan begitu, Anda mampu menyesuaikan time frame dan juga periode dari moving average yang Anda gunakan untuk mendeteksi trend dalam jangka waktu tertentu. Contohnya, kalau Anda ingin mendeteksi trend dalam dua jam terakhir, maka Anda dapat menggunakan time frame 15 menit dengan MA periode 8.

2. Sebagai ‘Nilai Tengah’ Pergerakan Harga

Ketika market cenderung sideways, Anda bisa menggunakan MA dengan periode 200 di time frame yang rendah sebagai nilai tengah. Hal ini dikarenakan Anda akan melihat patokan harga akan bolak-balik menembus SMA 200 tersebut.

Maka dari itu, Anda bisa melihat kecenderungan harga untuk bolak-balik memotong SMA 200 sehingga dapat Anda ambil patokan. Jika harga di atas SMA 200, parabolic SAR berada diposisi atas candlestick dan W%R di area sell. Alhasil Anda bisa melakukan Open Position Sell. Namun, jika harga di bawah SMA 200, parabolic SAR berada di bawah candlestick dan W%R di area buy, sehingga Anda bisa melakukan Open Position Buy.

Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Tahapan sederhana dalam menggunakan indikator moving average ialah sebagai berikut:
· Masuk ke aplikasi IQ Option, kemudian pilih Grafik Lilin
· Anda bisa memilih waktu grafik 5 menit
· Lalu bisa juga memilih indikator Moving Average dari daftar indikator
· Pilih tipe garis SMA dan periode MA stAndar adalah 14
· Tanpa merubah pengaturan, klik Terapkan

Dengan melihat cara di atas bila disimpulkan bahwa cara menggunakan indikator Moving Average memang sangat mudah dan simpel. Jika Anda sudah melakukan tahap di atas, maka Anda dapat menggunakan strategi menembus MA. Istilah ini ialah strategi trading yang digunakan untuk menentukan pembalikan trend atau akhir dari pergerakan rata-rata.

Adapun cara menggunakannya ialah:
· Terapkan indikator MA atau EMA pada grafis forex Anda
· Tunggu sampai pergerakan saat candle menembus ke atas atau ke bawah garis MA
· Jika candle di tutup di atas MA, maka ia akan memberikan sinyal naik pergerakan lebih lanjut sehingga Anda bisa membeli opsi call atau naik
· Jika candle di tutup di bawah MA, maka ia akan memberikan sinyal pergerakan turun lebih lanjut sehingga Anda bisa membeli opsi put atau turun.

Selain strategi menembus MA, ada pula strategi memantul dari MA. Strategi ini dikatakan jika Anda sudah bergerak menembus garis MA namun memantul kembali.

Cara menggunakan strategi memantul dari MA ialah:
· Terapkan indikator MA atau EMA pada grafik
· Tunggu sampai candle mengindikasikan pergerakan harga menyentuh garis MA, sementara itu candle berikutnya menuju arah berlawanan
· Di sini, Anda akan punya dua candle yakni candle 1 dan candle 2. Candle 1 berwarna merah dan candle dua berwarna hijau
· Candle pertama terus bergerak turun menyentuh garis MA, namun candle kedua bergerak naik dan ditutup di atas garis MA yang berarti menunjukkan harga akan berbalik sehingga Anda akan pasang call
· Candle pertama bergerak naik untuk menyentuh garis MA, namun candle kedua bergerak turun dan ditutup di bawah garis MA yang berarti menunjukkan harga akan berbalik, maka kita akan pasang put.

Cara Mengatur Indikator Moving Average di chart MT4

Cara untuk menyisipkan MA ke chart ada dua cara yakni:
· Di menu paling atas “menu utama’, silahkan klik Insert atau sisipkan > indikator > trend > Moving Average
· Di menu barisan kedua “tools bar”, silahkan pilih mana cara yang menurut Anda nyaman. Setelah itu, Anda menentukan pada periode dan pada Time Frame berapa Anda akan memasang Moving Average.

Kemudian, Anda bisa menentukan periode pada Time Frame (TF) yang akan Anda gunakan dengan cara di bawah ini:
· Apabila di TF 1 Anda ingin melihat harga rata-rata saat 12 jam sekali, maka Anda bisa mengetik 12 di periode. Tentukan pula warna garis MA dan jenis garis seperti solid, putus-putus dan sebagainya
· Apabila Anda ingin tahu harga rata-rata 12 jam pada TF 30 M, maka hitungannya jadi 12 x 6 menit = 720 bagi 30 = 24, sehingga MA 12 jam di TF 30 M ialah 24. Maka Anda dapat mengetik 24 di periode
· Apabila di TF H1, maka Anda ingin harga rata-rata pada 5 jam terakhir, maka MA 5 bisa digunakan
· Apabila di TF 30 M, maka 5 x 60 = 300 bagi 30 = 10. Apabila MA 10 akan menunjukkan pergerakan harga rata-rata di 5 jam terakhir

Penggunaan Moving Average Tingkat Lanjut

Terlepas dari metode yang sudah dijelaskan di atas, terdapat banyak cara lain yang bisa Anda gunakan untuk indikator MA tingkat lanjut seperti:

1. Menyilangkan MA jangka panjang

Pasangan garis MA dengan periode 14, lalu pasang garis MA satu lagi dengan periode 26. Misalnya, jika MA jangka pendek seperti 14 menembus MA jangka panjang seperti 26 dari bawah ke atas, dan tetap di atas rata-rata, sehingga ini ialah sinyal untuk membuka posisi serta mempertimbangkan pergerakan naik.

2. Menentukan Arah Trend

Karakterisitik indikator MA memang untuk menentukan arah trend. Semakin curang lerengnya maka semakin kuat pula trennya. Strategi ini mampu diterapkan untuk membangun strategi trading. Jika MA bergerak naik dan harga di bawah MA, maka akan mengindikasikan trend aik dan target Anda ialah untuk menemukan titik masuk dengan arah ke atas.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *